Pemerintah Sinergikan Pembinaan UKM – Aplikasi UMKM dan Sarana pendamping UMKM Konektifa

Aplikasi UMKM dan Sarana pendamping UMKM Konektifa

Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah akan mensinergikan pengembangan pengusaha atau usaha kecil dan menengah (UKM) di berbagai institusi. Saat ini, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah telah meminta data 23 instansi pemerintah yang memiliki program pengembangan kewiraswastaan ​​atau UKM dan telah mengumpulkan sekitar 42 juta informasi tentang UKM di Indonesia. Aplikasi UMKM dan Sarana pendamping UMKM Konektifa.

Menurut Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, AA Gede Ngurah Puspayoga, pengembangan UKM saat ini tidak hanya di Kementerian KUKM namun tersebar di berbagai institusi. Padahal, untuk mengoptimalkan pengembangan UKM perlu adanya sinergi pembinaan agar lebih terarah dan efektif.

“UKM sebagai embrio kewirausahaan harus disinergikan dan tidak membimbing jalan mereka sendiri di setiap instansi,” kata Puspayoga pada acara Mandiri Mandiri Mandiri Nasional, Selasa (20/10/2015).

Data yang dikumpulkan dari berbagai instansi akan terus divalidasi sehingga pemerintah memiliki data yang akurat mengenai jumlah UKM di Indonesia. Dengan akurasi data diharapkan program pembangunan bisa lebih optimal.

Puspayoga menghargai langkah-langkah yang dilakukan oleh PT Bank Mandiri Tbk melalui Program Wirausaha Muda Mandiri yang kemudian dikembangkan bersama Mandiri Young Technopreneur dan Pengusaha Sosial Mandiri. Karena program ini sangat terorganisir dan dilaksanakan terus menerus sehingga perkembangan wirausaha muda bisa dipantau dengan baik.

“Apalagi program ini dilakukan secara merata di berbagai wilayah di Indonesia, sehingga dampak ekonomi juga bisa merata. Hal ini sesuai dengan misi pemerintah untuk memperbaiki penyaluran kesejahteraan di dalam negeri. Tidak ada gunanya jika pertumbuhan ekonomi naik tapi Tingkat kesejahteraannya tidak merata, “katanya.

Direktur dari Utama Bank Mandiri yaitu Budi Gunadi Sadikin mengatakan, program pengembangan kewirausahaan ini dalam jangka panjang bertujuan untuk mendorong kemajuan ekonomi Indonesia.

Saat ini, jumlah pengusaha Indonesia hanya 1,65 persen dari total penduduk pada kuartal II 2014. Jumlah tersebut masih tertinggal bila dibandingkan dengan negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura yang masing-masing mencapai 5 persen dan 7 persen.

Bahkan jika dibandingkan dengan negara maju seperti Jepang dan Amerika Serikat perbandingannya lebih jauh lagi. Di Jepang, komposisi pengusaha mencapai 10 persen dan Amerika Serikat mencapai 12 persen dari total populasi.

Survei Global Entrepreneurship Monitor (GEM) pada tahun 2013 tentang keinginan kewiraswastaan ​​di Indonesia menunjukkan bahwa Indonesia berada di peringkat kedua di negara-negara ASEAN dengan keinginan tertinggi untuk berwirausaha setelah Filipina. Di balik Indonesia ada Vietnam, Thailand, Singapura dan Malaysia.

“Ini mencerminkan optimisme bahwa Indonesia dapat berkembang menjadi kekuatan ekonomi baru dengan mengoptimalkan semangat kewirausahaan. Sebab, untuk menjadi negara dengan ekonomi maju, negara setidaknya perlu memiliki jumlah pengusaha minimal 2 persen dari total populasi. , “Kata Budi.