Nasib Mi Samyang Halal Saat ini di Pasar Indonesia

Product mi instan Samyang Hot Chicken Ramen asal Korea tersusun rapi di rack swalayan satu mal di lokasi Semanggi, Setiabudi, Jakarta Selatan, Minggu (9/7/2017).

Product mi instan dengan sensasi rasa pedas yang pernah jadi ” primadona ” orang-orang Indonesia itu ada yang di tawarkan dalam paket mi instan isi lima bungkus dengan potongan harga yang mengundang selera.

Tetapi, ada satu panorama yang cukup menarik. Di bagian atas papan harga ditempel secarik surat yang diisi info kesepakatan pendaftaran pangan olahan dari Tubuh Pengawas Obat serta Makanan (POM) RI untuk product yang di-import oleh PT Korinus itu.

Terlebih dulu, PT Korinus menyatakan kalau Samyang dengan rasa Hot Chicken Ramen serta Cheese Hot Chicken Ramen yang mereka import itu adalah product halal karna telah mengantongi label halal dari Korea Muslim Federation (KMF).

Sekarang ini, PT Korinus masih tetap mengurusi sertifikat halal ke Majelis Ulama Indonesia (MUI). Diluar itu, product Samyang dengan rasa Hot Chicken Ramen serta Cheese Hot Chicken Ramen itu telah mengedar di orang-orang karna memperoleh izin edar dari Tubuh Pengawas Obat serta Makanan (BPOM).

Meski sekian, penarikan empat product mi instan asal Korea karna dinyatakan memiliki kandungan babi sekian waktu lalu rupanya merubah penilaian orang-orang pada Samyang halal yang dimpor PT Korinus itu.

Terlebih dulu, empat type mi instan dari PT Koin Bumi dinyatakan memiliki kandungan babi serta sudah ditarik dari market.

Beberapa produk itu yakni Samyang dengan nama product U-Dong, Nongshim dengan nama product Shin Ramyun Black, Samyang dengan nama product Mi Instan Rasa Kimchi, serta Ottogi dengan nama product Yeul Ramen. Product ini berlainan dengan Samyang yang di-import PT Korinus.

Di swalayan itu, seseorang wanita melewati rack product mi instan Samyang asal Korea yang di-import PT Korinus dengan membawa keranjang belanjaanya.

Mata wanita itu selalu memandang product mi instan dengan bungkus paket hitam yang bertuliskan aksara Korea serta ambil satu diantaranya.

” Kok masih tetap ada sich mi seperti begini. Bukannya telah tidak bisa ya? ” tutur wanita itu pada partnernya.

Wanita itu selalu membolak-balik product asal korea itu dengan tatapan heran. ” Tempo hari kan telah ada yang ditarik kan ya. Tuturnya ada DNA babinya, ” kata dia sekali lagi.

Walau sudah mengecek sebagian waktu, wanita itu menempatkan kembali mi Samyang itu ke rack lalu meninggalkan rack.

Omzet turun

Sales Marketing Manager PT Korinus menyebutkan, mulai sejak kabar berita berkaitan ditariknya empat product mi instan asal Korea yang di-import oleh PT Koin Bumi mengedar, penjualan product mi instan halalnya selalu turun.

Ia mengira, dengan mencuatnya masalah mi asal Korea yang dapat dibuktikan memiliki kandungan DNA khusus babi itu, orang-orang jadi tidak percaya beli product yang di-import perusahaannya.

Oleh karenanya, pihaknya lakukan beragam usaha untuk memberikan keyakinan pada orang-orang kalau produknya betul-betul aman.

” Langkah yang kami kerjakan sekarang ini yaitu memberi kepercayaan serta mengedukasi pada orang-orang luas, terutama serta ke semuanya beberapa toko ritel yang berada di Indonesia kalau product yang kami import telah terjamin kehalalannya, ” katanya pada Kompas. com.

Kurun waktu dekat, PT Korinus juga akan kembali lakukan konferensi pers untuk memberikan keyakinan orang-orang berkaitan product mereka yang bisa mengedar.

Ia juga mengerti, belum juga selesainya sistem penerbitan sertifikasi halal oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) jadi satu diantara aspek penghalang penjualan Samyang dengan rasa Hot Chicken Ramen serta Cheese Hot Chicken Ramen.

” Halal MUI tengah kita sistem, juicet informasi akhir Juli 2017 masuk step final audit oleh LPPOM MUI Indonesia serta Halal Korea, ” kata dia.