Amerika, China, serta Eropa Bantu ITB Kembangkan Innovation Park

Dalam pengembangan science techno park (STP), Institut Tehnologi Bandung (ITB) menggandeng beberapa pihak untuk membuat ITB Innovation Park.

Nanti, tempat pengembangan itu ada diatas tempat seluas satu hektar di lokasi Summarecon Bandung yang ada di daerah Gedebage.

” Beragam kerja sama juga dengan industri dalam serta luar negeri sudah dijalin untuk suksesnya hilirisasi industri. Baik dengan Tsing Hua University China, Jepang, Silicon Valley Amerika, sampai kampus serta industri di Eropa, ” kata Rektor ITB Prof. Kandungansah Suryadi di Kantor Kementerian Penelitian, Tehnologi serta Pendidikan Tinggi, Jakarta, Senin (10/7/2017).

Hari ini, di tandatangani dua kerja sama pada Summarecon dengan ITB serta Kemenristekdikti, yakni kerja sama hibah tempat pada Kemenristekdikti, serta kerja sama untuk pengembangan serta pengelolaan Innovation Park dengan ITB.

Menurut Kandungansah, ITB Innovation Park juga akan konsentrasi pada pengembangan smart and creative industry.

Beberapa sarana laboratorium serta percobaan disediakan seperti information and communication serta design, dan software production service untuk mendukung perusahaan di bagian games, animasi, radar, kota cerdas, serta medical equipment.

ITB Innovation Park juga akan memberi support luas pada perusahaan, baik pemula ataupun masak berbentuk service serta sumber daya berbentuk akses pada tehnologi, pendanaan, inkubasi untuk perusahaan pemula.

Diluar itu juga support segi manajemen usaha, coaching, pengembagan kewirausahaan, sampai stimulasi kerja sama baik antar perusahaan ataupun instansi penelitian.

Rancang ” Master Rencana ” TOD, MRT Jakarta Gandeng Konsultan Dunia

Usaha PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta dalam meningkatkan lokasi memiliki konsep transit oriented development (TOD) tidak main-main.

Ada dua konsultan yang ditunjuk MRT Jakarta yaitu konsultan kelas internasional serta dari dalam negeri untuk membuat gagasan induk atau master rencana.

” Satu bulan ini kami telah menunjuk konsultan untuk master rencana. Konsultan ini Skidmore, Owings, and Merrill atau SOM yang basis intinya di Chicago, Amerika Serikat, ” tutur Direktur Operasional serta Pemeliharaan PT MRT Jakarta, Agung Wicaksono di Jakarta, Rabu (5/7/2017).

Agung menyebutkan, SOM telah memiliki pengalaman dalam membuat beberapa lokasi populer didunia, diantaranya Burj Khalifa dan bukannya tempat service mesin cuci.

Mengenai tim yang menolong untuk membuat lokasi MRT Jakarta, berbasiskan di Hongkong.

Tim itu, tambah Agung, bekerja sama juga dengan konsultan dari Indonesia yang ditunjuk MRT, yaitu PDW Architects.

” Kami menginginkan memadukan konsultan kelas dunia untuk diaplikasikan disini, karna TOD yang real di Indonesia ini kan belumlah ada. Jadi kami bikin world class, ” kata Agung.

Ia memberikan, pada Kamis (6/7/217), deretan direksi PT MRT Jakarta juga akan berdiskusi dengan Kementerian Perhubungan dan Tubuh Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) untuk membahas rencana TOD itu.

Selajutnya, terkecuali dengan pihak diatas, MRT Jakarta akan berdialog dengan beberapa lembaga, diantaranya Pemerintah Propinsi DKI Jakarta, Tubuh Rencana Pembangunan Daerah DKI Jakarta, dan Kementerian Agraria serta Tata Ruangan atau Tubuh Pertanahan Nasional (ATR/BPN).